Depresi

Depresi Adalah Gerbang Bunuh Diri

{Dan, janganlah kau membunuh dirimu sendiri.}  (QS. An-Nisa : 29)
{Dan, janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan} (QS.Al-Baqarah: 195)
Berita-berita yang disiarkan oleh beberapa kantor berita menyebutkan bahwa penyakit depresi telah pula menyerang mantan presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan. Penyakit ini menyerang Reagan saat usianya telah melewati tujuh puluh tahun, di mana ia seharusnya tidak lagi menghadapi tekanan dan berkali-kali menjalani operasi.

Banyak orang terkenal dan secara khusus yang menerjunkan diri dalam dunia seni, terutama mereka yang terserang penyakit ini. Depresi ini telah menjadi penyebab utama --- tapi bukan satu-satunya --- atas kematian seorang penyair terkenal Salah Jahin. Demikian halnya dengan Napoleon Bonaparte yang dikatakan mati karena tertekan mentalnya di tempat pengasingannya.

Masih segar dalam ingatan kita tentang berita yang di-release oleh beberapa kantor berita dan kemudian menjadi headline media dunia, yakni tentang kejahatan yang dilakukan oleh seorang ibu berkewarganegaraan Jerman yang membunuh ketiga anaknya dengan sadis. Ternyata penyebabnya adalah depresi. Karena kecintaannya yang berlebihan kepada anak-anaknya, dia khawatir akan mewariskan kepedihan dan tekanan hidup yang saat ini dia rasakan, kepada mereka. Keputusannya adalah menghindarkan mereka dari kepedihan ini dengan cara membunuh mereka…, kemudian dia sendiri bunuh diri.

Angka yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa masalah ini sangat riskan. Pada tahun 1972 orang-orang yang terkena penyakit depresi ini hanya sekitar 3 persen. Angka ini naik menjadi 5%pada tahun 1987. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa 1 dari 4 orang Amerika menderita penyakit ini. Sementara itu, Ketua Konferensi Goncangan Mental (Mental Disorder) yang diadakan di Chicago pada tahun 1981 menyebutkan bahwa 100juta orang penderita penyakit depresi ini di dunia. Kebanyakan dari mereka berada di Negara-negara maju. Statistik yang lain menyebutkan angka 200 juta orang.

Banyak hal yang bias dilakukan oleh orang-orang yang tidak punya kegiatan untuk mengisi kekosongannya. Misalnya, membekali diri dengan amal salih, melakukan kebaikan kepada sesame, menjenguk orang sakit, melakukan ziarah kubur, memelihara masjid, ikutr serta dalam kegiatan social, menjalin hubungan dengan orang-orang yang dicintai Allah, menertibkan rumah dan kantor, melakukan olahraga yang bermanfaat, serta membantu orang-orang; fakir, lemah, dan janda.

  {Sesungguhnya, kamu telah bekerja sungguh-sungguh menuju Rabb-mu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.}  (QS. Al-Insyiqaq: 6)
Aku tak pernah melihat yang sama dengan kebaikan

rasanya manis dan bentuknya sangat menarik hati.

Komentar

Posting Komentar