Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Berhati-hatilah!

Berhati-hatilah! Besikap hati-hati dan berusaha yang disertai dengan tawakal kepada Allah merupakan salah satu jalan menuju kebahagiaan. Rasulullah sendiri ketika turun ke medan perang, masih harus mengenakan baju perang. Padahal kita tahu bahwa Rasulullah adalah yang terbaik di antara orang-orang yang bertawakal. Salah seorang sahabat bertanya kepadanya, “Apakah saya harus mengikat unta saya, wahai Rasulullah, atau harus bertawakal saja?” Rasulullah menjawab, “Ikatlah untamu, dan bertawakallah.” Berusaha dan bertawakallah kepada Allah adalah prinsip tauhid. Meninggalkan usaha dan hanya bertawakal kepada Allah adalah sebuah kekeliruan dalam memahami syariat.  Sedangkan berusaha saja tanpa tawakal kepada Allah adalah kekeliruan dalam memahami tauhid. Ibnu Jauzi punya cerita berkaitan dengan masalah tawakal ini, yakni tentang seorang laki-laki yang sedang memotong kukunya. Karena tidak hati-hati maka ia memotong jarinya, dan mati. Suatu ketika, ada seseorang masuk kandang ke...

Perbanyak Membaca Dan Merenung

Perbanyak Membaca Dan Merenung Berpengetahuan luas, menguasai banyak teori keilmiahan, berwawasan budaya, berpikir secara orisinil, memahami permasalahan dan argumentasi pijakannya, adalah sedikit dan sekian banyak faktor yang dapat membuat kelapangan di dalam hati. Orang yang berpengetahuan luas adalah orang yang berpikiran bebas dan berjiwa teduh.                                 Akan semakin luas dengan kontribusi yang diberikan,                                 dan akan semakin sempit ketika merasa cukup. Seorang pemikir Barat menyatakan, “Saya punya sebuah berkas besar di dalam laci kantor. Di bagian atasnya tertulis: ‘Kebodohan-kebodohan yang saya lakukan.’ Saya tuli...

Depresi

Depresi Adalah Gerbang Bunuh Diri {Dan, janganlah kau membunuh dirimu sendiri.}  (QS. An-Nisa : 29) {Dan, janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan} (QS.Al-Baqarah: 195) Berita-berita yang disiarkan oleh beberapa kantor berita menyebutkan bahwa penyakit depresi telah pula menyerang mantan presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan. Penyakit ini menyerang Reagan saat usianya telah melewati tujuh puluh tahun, di mana ia seharusnya tidak lagi menghadapi tekanan dan berkali-kali menjalani operasi. Banyak orang terkenal dan secara khusus yang menerjunkan diri dalam dunia seni, terutama mereka yang terserang penyakit ini. Depresi ini telah menjadi penyebab utama --- tapi bukan satu-satunya --- atas kematian seorang penyair terkenal Salah Jahin. Demikian halnya dengan Napoleon Bonaparte yang dikatakan mati karena tertekan mentalnya di tempat pengasingannya. Masih segar dalam ingatan kita tentang berita yang di-release oleh beberapa kantor berita dan kemudian...

Tersenyumlah!

Tersenyumlah! Tertawa yang wajar itu laksana ‘balsem’ bagi kegalauan dan ‘salep’ bagi kesedihan. Pengaruhnya sangat kuat sekali untuk membuat jiwa bergembira dan hati berbahagia. Bahkan, karena itu Abu Darda’ sempat berkata “sesungguhnya aku akan tertawa untuk membahagiakan hatik. Dan Rasulullah s.a.w sendiri sesekali tertawanya orang-orang  yang berakal dan mengerti tentang penyakit jiwa serta pengobatannya.” Tertawa merupakan puncak kegembiraan,titik tertinggi keceriaan, dan ujung rasa suka cita. Namun, yang demikian itu adalah tertawa yang tidak berlebihan sebagaimana diakatakan dalam pepatah, “janganlah engkau banyak tertawa, sebab banyak tertawa itu mematikan hati.”Yakni tertawalah sewajarnya saja sebagaimana dikatakan juga dalam pepatah yang berbunyi, “Senyummu di depan saudara adalah sedekah. Pada dasarnya, islam sendiri dibangun atas dasar prinsip-prinsip keseimbangan dan kemoderatan, baik dalam hal akidah, ibadah, akhlak maupun tingkah laku. Maka dari itu, islam tak...

Yang Lalu Biar Berlalu

Yang Lalu Biar Berlalu Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh. Itu sama artinya  dengan membunuh semangat, memutuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi. Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas  masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ruang penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam penjara pengacuhan selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, keresahan   tidak akan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada. Teman-teman  jangan pernah kita hidup dalam mimpi buruk di masa lalu, atau di bawah payung gelap masa silam. Apakah kalian ingin mengembalikan air sungai ke hulu, mataharike tempat terbit,...