Perbanyak Membaca Dan Merenung
Perbanyak Membaca Dan
Merenung
Berpengetahuan luas,
menguasai banyak teori keilmiahan, berwawasan budaya, berpikir secara orisinil,
memahami permasalahan dan argumentasi pijakannya, adalah sedikit dan sekian
banyak faktor yang dapat membuat kelapangan di dalam hati.
Orang yang berpengetahuan
luas adalah orang yang berpikiran bebas dan berjiwa teduh.
Akan semakin luas dengan
kontribusi yang diberikan,
dan
akan semakin sempit ketika merasa cukup.
Seorang pemikir Barat
menyatakan, “Saya punya sebuah berkas besar di dalam laci kantor. Di bagian
atasnya tertulis: ‘Kebodohan-kebodohan yang saya lakukan.’ Saya tuliskan semua
keasalahan, keteledoran, dan hal-hal sepele yang saya lakukan pada siang dan
malam hari, agar saya bisa membuang semua itu.”
Komentar saya, “Anda bukan
orang yang pertama melakukan itu. Para ulama terdahulu dari umat islam telah
melakukan itu dengan ber-muhasabah secara mendalam dan mengontrol diri secara
ketat.”
Hasan Al-Bashri
mengatakan, “Orang muslim itu sangat ketat melakukan muhasabah terhadap dirinya
sendiri, lebih ketat dibandingkan dengan control seorang pedagang terhadap
mitra daganganya.”
Rabi’ ibn Khutsaim selalu
menulis apa yang di ucapkan dari hari Jum’at yang satu hingga hari Jum’at
berikutnya. Jika apa saja yang dia ucapkan selama seminggu itu baik, maka dia
akan memuji Allah. Dan jika jelek, maka dia akan ber-istighfar.
Seorang ulama dari
kalangan salaf pernah berkata, “Aku pernah melakukan dosa empat puluh tahun
yang lalu, dan aku pun memohon kepada Allah agar mengampuniku. Dan, aku
senantiasa memohon kepada-Nya ampunan (atas dosa yang selalu membayangiku itu
hingga saat ini)”.
Komentar
Posting Komentar