Yang Lalu Biar Berlalu
Yang Lalu Biar Berlalu
Mengingat dan mengenang masa
lalu, kemudian bersedih atas kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh.
Itu sama artinya dengan membunuh
semangat, memutuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.
Bagi orang yang berpikir,
berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan
tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ruang penglupaan, diikat dengan tali
yang kuat dalam penjara pengacuhan
selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya.
Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, keresahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang,
dan kegalauan tidak akan dapat
menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.
Teman-teman jangan pernah kita hidup dalam mimpi buruk di
masa lalu, atau di bawah payung gelap masa silam. Apakah kalian ingin
mengembalikan air sungai ke hulu, mataharike tempat terbit, air mata ke dalam
kelopak mata? Ingatlah, keterikatan anda yang telah terjadi padanya,
keterbakaran emosi jiwa kalian oleh api panasnya , dan kedekatan jiwa kalian
pada pintunya, adalah kondisi yang
sangat naïf, ironis, memprihatinkan, dan sekaligus menakutkan.
Membaca kembali lembaran
masa lalu hanya akan mempupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan
menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga.
Orang yang berusaha kembali
ke masa lalu tak ubahnya orang yang menumbuk tepung, atau orang yang
menggergaji serbuk kayu.
Orang yang berpikiran jernih
tidak akan pernah melihat dan sedikitpun menoleh ke belakang. Pasalnya angin
akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir kedepan, setiap kafilah akan
berjalan ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju kedepan. Maka itu,
janganlah pernah melawan sunah kehidupan.
mksh infonya
BalasHapus